BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA

_*HIKMAH PAGI*_

BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA

Bagian Empat ( _Bagian Dari Jihad_ )

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

_Dari 'Abdullah bin 'Amru dia berkata; "Seseorang datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam minta izin hendak ikut jihad (berperang). Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepadanya: "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Jawab orang itu; "Masih!" Sabda beliau: "Berbakti kepada keduanya adalah jihad."_ (HR. Muslim : 4623)

Subhanallah.. Alhamdulillah..
Kita belajar senang datang dan berkunjung kepada Ahli ilmu dan membantu perjuangannya, apa yang bisa dibantu. Sebagaimana sahabat dalam hadits diatas, ia datang dan mengajukan diri ingin membantu perjuangan Nabi untuk berjihad di jalan Allah.

Subhanallah..
Hadits diatas menggambarkan begitu besarnya berbakti atau berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Sampai-sampai Nabi bersabda bahwa _birrul walidain_ merupakan bagian dari jihad. Seseorang yang ingin jihad berperang bersama Nabi lebih dianjurkan untuk berbakti kepada orang tuanya, karena itu sama halnya dengan jihad. _Allahu Akbar_

Subhanallah...
Begitu besarnya pahala berbuat baik kepada kedua orang tua. Begitupun sebaliknya, tentunya akan dosa besar jika durhaka kepada kedua orang tua kita. _Astaghfirullah_

Oleh karena itu, kita terus belajar berbakti kepada kedua orang tua kita. Kunjungi mereka, beri harta mereka. Hindari menyakiti atau berkata kasar kepada mereka.

Kita ketahui bersama seberapa besar pahala jihad di jalan Allah SWT. Dalam hadits disampaikan pahala jihad adalah seperti orang yang shalat, puasa dan baca _kitabullah_ tiada henti.

مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللَّهِ لَا يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ وَلَا صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى

_“Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah itu seperti orang yang berpuasa, shalat, dan khusyu’ dengan (membaca) ayat-ayat Allah. Dia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya sampai orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala itu kembali.'_ (HR. MUSLIM : 3490)

Bahkan dalam hadits lain, saking besarnya pahala jihad di jalan Allah, orang yang mati karena jihad di jalan Allah, kelak mereka akan masuk surga dan berangan-angan ingin kembali ke dunia dan terbunuh sampai sepuluh kali karena jihad. Hal ini tidak lain adalah karena karamah dan pahala besarnya orang yang jihad di jalan Allah.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ

_Dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya mempunyai sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).”_ (HR. Bukhori : 2606)

Mari kita terus mohon ampun kepada Allah untuk diri kita, keluarga dan orang tua kita. Terus mohon agar dimampukan untuk berbakti kepada kedua orang tua kita.

Yaa Allah.. Ampuni kami..
Terimalah amal baik kami..
Dan bimbing kami semua kejalan yang lurus. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin

_Semoga bermanfaat_